Beranda / Go Inovasi / Pembayaran Digital Makin Diminati, Pengguna QRIS di Papua Terus Bertambah

Pembayaran Digital Makin Diminati, Pengguna QRIS di Papua Terus Bertambah

JAYAPURA, GOPAPUA.ID – Kebiasaan bertransaksi masyarakat Papua perlahan berubah. Pembayaran menggunakan telepon genggam kini semakin mudah ditemui, mulai dari kedai kopi, warung makan hingga berbagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Perkembangan itu terlihat dari meningkatnya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Papua dan daerah otonom baru (DOB).

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi QRIS di Papua dan DOB mencapai Rp1,35 triliun pada triwulan II 2026. Angka tersebut tumbuh 6,76 persen secara tahunan.

Tak hanya nilai transaksi yang meningkat. Jumlah merchant yang menyediakan pembayaran melalui QRIS juga bertambah 12,98 persen, sementara jumlah pengguna tumbuh 10,77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perkembangan ini memperlihatkan bahwa pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di Tanah Papua.

Peluang Baru bagi UMKM Papua

Meluasnya penggunaan QRIS memberi peluang tersendiri bagi UMKM. Pelaku usaha tidak lagi hanya mengandalkan pembayaran tunai, sementara konsumen memperoleh alternatif transaksi yang lebih praktis.

Bank Indonesia Papua menilai digitalisasi ekonomi dan keuangan berpotensi membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Papua dan DOB.

Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, David Sipahutar, mengatakan perluasan transaksi digital menjadi bagian penting dalam pembangunan ekosistem ekonomi digital di daerah.

Digitalisasi juga dinilai dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus membuka kesempatan memperluas pasar.

Karena itu, Bank Indonesia Papua terus mendorong transformasi digital UMKM agar pelaku usaha lokal tidak hanya menggunakan teknologi sebagai alat pembayaran, tetapi juga memanfaatkannya untuk meningkatkan produktivitas dan memperluas akses pasar.

Belanja Online Ikut Berkembang

Perubahan pola transaksi masyarakat juga terlihat pada aktivitas perdagangan elektronik.

Sepanjang triwulan II 2026, transaksi e-commerce di Papua dan DOB mencapai Rp228,91 miliar, tumbuh 5 persen secara tahunan.

Pada periode yang sama, penggunaan kartu debit mencatat transaksi senilai Rp19,13 triliun, naik 2,44 persen. Sementara transaksi menggunakan kartu kredit mencapai sekitar Rp157 miliar, tumbuh 11,42 persen.

Data tersebut menunjukkan kanal pembayaran masyarakat Papua semakin beragam.

Dari Tunai Menuju Digital

Perkembangan QRIS menjadi bagian dari perubahan sistem pembayaran yang juga berlangsung secara nasional.

Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS secara nasional masih tumbuh tinggi pada Agustus 2026, dengan volume transaksi meningkat 67,22 persen secara tahunan, didukung bertambahnya pengguna dan merchant.

Bagi Papua, transformasi ini memiliki tantangan tersendiri. Kondisi geografis, ketersediaan jaringan internet, literasi digital hingga akses masyarakat terhadap layanan keuangan masih menjadi faktor penting dalam perluasan transaksi nontunai.

Namun bertambahnya pengguna dan pelaku usaha yang menerima QRIS menunjukkan ekonomi digital semakin mendapatkan ruang di Tanah Papua.

Jika perkembangan tersebut terus diperluas hingga ke UMKM dan wilayah di luar pusat perkotaan, pembayaran digital bukan hanya membuat transaksi menjadi lebih mudah, tetapi juga dapat menjadi salah satu pintu bagi usaha lokal Papua untuk masuk lebih jauh ke dalam ekosistem ekonomi digital nasional.

Sumber: Bank Indonesia, Laporan Perekonomian Provinsi Papua Agustus 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *